Mengoptimalkan Aset Olahraga demi Lindungi Keuangan Negara

by -92 Views

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memprioritaskan pemberdayaan dan pengelolaan aset di bidang olahraga untuk mencegah potensi kerugian di masa mendatang. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Askolani, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur olahraga di Indonesia setelah insiden Kanjuruhan. Untuk itu, pemerintah telah membangun 22 stadion multiyears senilai Rp 2 triliun.

Meskipun penambahan fasilitas olahraga memberikan manfaat, tetap ada tantangan dalam mengelola aset tersebut setelah event selesai. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dianggap krusial untuk memastikan fasilitas olahraga dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini diungkapkan oleh Askolani dalam acara Indonesia Sport Summit (ISS) 2025.

Kolaborasi tersebut penting agar fasilitas olahraga tidak menjadi beban bagi pemerintah daerah. Pengelolaan fasilitas olahraga seperti Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) merupakan contoh sukses dari kolaborasi antara instansi pemerintah dan swasta. Kemenkeu juga memberikan dukungan dalam pengelolaan aset dan memberikan insentif fiskal, seperti pembebasan bea masuk dan pajak di lokasi seperti Danau Toba dan Mandalika.

Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta, diharapkan aset-aset olahraga di Indonesia dapat terus dimanfaatkan secara optimal tanpa menimbulkan beban. Insentif fiskal yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan animo penyelenggaraan event olahraga internasional di tanah air.

Source link