Sakti! Buah Asli RI: Solusi Kiamat yang Diburu Orang Eropa

by -72 Views

Saat ini, kepopuleran sukun sebagai buah asli Indonesia semakin meningkat. Hal ini tak lepas dari fantasi masyarakat Eropa terhadap buah ini pada abad ke-17. Sejarah mencatat bahwa sukun adalah buah yang sangat mudah ditemukan di Kepulauan Nusantara dan negara-negara Pasifik. Interaksi pertama orang Eropa dengan sukun terjadi saat penjelajah Inggris, William Dampier menemukannya di Guam pada tahun 1686.

Namun, saat itu sukun masih sulit didapatkan di Eropa yang beriklim dingin. Namun, selama penjelajahan samudera dimulai, orang Eropa berhasil menemukan sukun dan membawanya ke Eropa. Pada awalnya, buah ini dikenal sebagai “The Breadfruit” karena menyerupai roti panggang dan memiliki khasiat yang tinggi. Catatan klasik menyebut bahwa breadfruit sangat bergizi dan memiliki kandungan vitamin C, potasium, dan magnesium yang tinggi.

Berkat usaha James Cook dan Joseph Banks, sukun kemudian ditanam di berbagai koloni Inggris dan mulai dikonsumsi di seluruh dunia. Dari sinilah, sukun menjadi buah yang populer di berbagai negara dan dianggap sebagai solusi untuk mengatasi krisis pangan global yang sedang terjadi. Dengan kandungan gizi yang tinggi dan kemampuan tumbuh di berbagai kondisi cuaca, sukun dijuluki sebagai superfood oleh berbagai riset modern.

Saat ini, sukun mudah ditemukan di banyak negara di seluruh dunia dan menjadi salah satu buah yang dianggap dapat menyelamatkan krisis pangan akibat perubahan iklim global. Dengan segala manfaatnya, sukun telah menjadi buah yang diminati oleh berbagai kalangan dan terus menarik minat orang Eropa serta seluruh dunia.

Source link