Manfaat Bilingual: Orang Bisa Bicara Banyak Bahasa Menua Lebih Lambat

by -52 Views

Penelitian terbaru mengungkap bahwa individu yang biasa berbicara dalam beberapa bahasa cenderung menua lebih lambat dibandingkan dengan orang yang hanya fasih dalam satu bahasa. Studi ini melibatkan lebih dari 86.000 orang dewasa di 27 negara Eropa dengan rentang usia antara 50 hingga 90 tahun. Para peneliti menganalisis data biologis dan perilaku peserta, termasuk kesehatan, kebugaran, gaya hidup, serta aktivitas sosial, untuk menilai apakah individu tersebut biologis lebih muda atau lebih tua dari usia kronologis mereka.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang dapat berbicara dalam beberapa bahasa memiliki risiko penuaan yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya menguasai satu bahasa saja. Efek perlindungan ini pun semakin besar dengan peningkatan jumlah bahasa yang dikuasai oleh seseorang. Hal ini memperkuat temuan bahwa kemampuan berbahasa ganda dapat melindungi dari penurunan fungsi kognitif atau risiko demensia.

Prof. Dr. Peter Berlit, seorang ahli neurologi dari Jerman, menegaskan bahwa multilingualisme juga dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko penurunan kognitif pada usia lanjut. Mekanisme yang mampu mengurangi risiko demensia pada individu multilingual sering kali terkait dengan cadangan kognitif yang dimiliki oleh orang tersebut.

Studi ini menggarisbawahi pentingnya mempertahankan kemampuan multibahasa sebagai upaya pencegahan terhadap penurunan kognitif pada usia lanjut. Bahkan, mempelajari bahasa baru di usia tua pun dapat memberikan efek yang sama. Para peneliti berencana untuk terus menggali apakah pembelajaran bahasa baru pada usia lanjut juga memberikan perlindungan yang signifikan terhadap penurunan kognitif yang dialami oleh orang multibahasa sejak kecil. Dengan demikian, investasi dalam mempelajari bahasa baru tidak hanya bermanfaat untuk pengetahuan, tetapi juga kesehatan otak.

Artikel ini muncul di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin memengaruhi kebutuhan akan kemampuan multibahasa. Meski perangkat lunak AI kini mampu menerjemahkan bahasa secara real-time dengan baik, penting untuk diingat bahwa mempertahankan kemampuan multibahasa tetap memberikan keuntungan kesehatan yang signifikan bagi otak.

Source link