Pada tahun 2010-an, diesel menjadi primadona di Eropa dengan pangsa pasar lebih dari 50%, terutama karena efisiensi bahan bakar tinggi dan biaya operasional yang rendah. Namun, segalanya berubah pada tahun 2015 ketika skandal Dieselgate mengguncang industri otomotif, membuat kepercayaan pada mobil diesel hancur. Hal ini mengakibatkan penurunan penjualan mobil diesel dan mobildiesel kalah oleh mobil hibrida plug-in di Eropa pada tahun 2025.
Menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), mobil diesel sekarang berada di posisi kelima dengan pangsa pasar hanya 8%, sementara mobil PHEV naik menjadi 9,4%. Sementara penjualan mobil diesel mengalami penurunan 24,1%. Hal ini menandai perubahan drastis dalam preferensi konsumen di Eropa, di mana mobil berbahan bakar gas, hibrida, dan listrik semakin populer.
Dengan peraturan emisi yang semakin ketat, banyak produsen mobil beralih ke mesin gas, hibrida, PHEV, dan EV. Meskipun masih ada merek yang menawarkan mesin diesel, tren pasar otomotif Eropa sepertinya semakin beralih ke teknologi ramah lingkungan. Ini mencerminkan kesadaran akan lingkungan dan kebutuhan akan solusi transportasi yang lebih bersih di masa depan.





