Mendukung Batik Khas Sulawesi Utara: Peran BI di Pasar Internasional

by -97 Views

Batik merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia yang kaya akan cerita dan kekayaan bangsa. Setiap daerah memiliki motif khas yang menggambarkan keunikan budaya lokal, termasuk batik khas Sulawesi Utara, terutama Manado. Mariani Montu, pemilik Zabay Collection, adalah salah satu orang yang mulai memahami dan mengeksplorasi batik, meskipun awalnya dia bukan seorang pengrajin batik. Dukungan dari Bank Indonesia pada 2017 memberikan Mariani kesempatan untuk mendalami seni batik melalui pelatihan dan sertifikasi pembuatan desain batik.

Di tengah pandemi Covid-19, Mariani tetap termotivasi untuk menciptakan desain batik khas Sulut. Melalui upaya kolaborasi dengan Bank Indonesia, motif cengkeh berhasil diciptakan pada tahun 2021, yang kemudian menarik minat tidak hanya dari pasar luar negeri tetapi juga dari komunitas lokal di Manado. Mariani mengungkapkan bahwa preferensi warna batik memainkan peran penting dalam menyesuaikan produk untuk pasar lokal dan internasional, dengan warna yang berani lebih diminati di Sulawesi Utara.

Selain pengembangan dalam desain batik, Mariani juga menciptakan pakaian siap pakai dengan motif batik Sulut, dimana karya-karyanya tidak hanya dipamerkan dalam berbagai kesempatan namun juga telah terlibat dalam fashion show bersama desainer terkenal seperti Itang Yunasz dan Dian Pelangi. Dengan terus berinovasi dan menggali ikon-ikon Sulut, Mariani berharap dapat memperkenalkan lebih jauh kekayaan budaya Sulawesi Utara melalui Batik Zabay kepada konsumen.

Sementara itu, Bank Indonesia Sulawesi Utara juga berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi daerah dengan mendukung sektor UMKM. Program Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua) merupakan salah satu upaya BI untuk melatih para pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, dan distribusi. Melalui pemberdayaan yang berkelanjutan, BI berharap UMKM Sulut dapat tumbuh mandiri dan memberi kontribusi positif bagi perekonomian daerah.

Kerjasama antara BI dan UMKM seperti Zabay Collection dan Krisna Kain Bentenan adalah langkah positif dalam menggerakkan perekonomian Sulawesi Utara. Melalui inovasi dan pemasaran yang tepat, UMKM dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.Program yang diberikan oleh BI, seperti Wanua, tidak hanya mencakup aspek pelatihan dan pendampingan, namun juga pengenalan berbagai metode pemasaran yang sesuai dengan perkembangan bisnis saat ini.

Dengan dukungan yang berkelanjutan dari institusi keuangan seperti Bank Indonesia, UMKM di Sulawesi Utara semakin siap bersaing di pasar lokal maupun internasional. Selain itu, pemberdayaan UMKM juga diharapkan dapat memperkuat ekonomi daerah secara keseluruhan, berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulut. Jadi, sinergi antara institusi keuangan dan pelaku UMKM dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di daerah tersebut.

Source link