Saham PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) mengalami penurunan sebesar 1,49% menjadi Rp 995 per saham, setelah harga saham RANC dibuka naik ke posisi Rp 1.060 per saham. Saham RANC mencatat level tertinggi Rp 1.065 dan level terendah Rp 965 per saham, dengan total frekuensi perdagangan 227 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 3.124. Transaksi saham RANC mencapai Rp 312,1 miliar. PT Global Digital Niaga Tbk memiliki 70,56% saham RANC setelah mengakuisisi Ranch Market, yang dioperasikan oleh Supra Boga Lestari pada tahun 2021.
Di sisi lain, saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) turun 0,91% menjadi Rp 545 per saham setelah dibuka pada posisi stagnan Rp 550 per saham. Saham TOWR mencatat level tertinggi Rp 550 dan level terendah Rp 540 per saham, dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 587 kali dan volume perdagangan saham sebanyak 63.010. Transaksi saham TOWR mencapai Rp 3,4 miliar. Grup Djarum memiliki kepemilikan di Sarana Menara Nusantara (TOWR) melalui PT Sapta Adhikari Investama sebesar 45,28% dan PT Dwimuria Investama Andalan sebesar 19,95%.
Selanjutnya, saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) masuk efek pemantauan khusus sejak 30 April 2024 karena tidak memenuhi persyaratan untuk tetap tercatat di bursa berdasarkan Peraturan Nomor I-A dan I-V terkait saham free float. Perseroan juga memiliki likuiditas rendah dengan nilai transaksi rata-rata harian saham di bawah Rp 5 juta. Grup Djarum memiliki kepemilikan di SUPR melalui PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) sebesar 97,33%, yang merupakan anak usaha TOWR.
Pada sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level tertinggi 8.432,60 dan level terendah 8.381,66. Meskipun 336 saham mengalami pelemahan, namun 264 saham menguat, sementara 205 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1.144.243 kali dengan volume perdagangan saham mencapai 20,6 miliar. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 8,5 triliun.





