Berdasarkan Data Terbaru: AS Menjadi Pengutang Terbesar ke China

by -90 Views

Berdasarkan sebuah laporan riset terbaru, Amerika Serikat (AS) telah menjadi negara yang paling banyak menerima pinjaman dari China daripada negara-negara lain seperti Rusia, Australia, dan negara berkembang lainnya yang terlibat dalam Belt and Road Initiative (BRI). Laporan tersebut disusun oleh AidData, sebuah laboratorium riset di College of William & Mary, Virginia, yang menganalisis data tentang pendanaan China selama 24 tahun terakhir. Hasilnya menunjukkan bahwa pinjaman China kepada AS mencapai US$2,2 triliun antara tahun 2000-2023, jumlah yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Menariknya, Amerika Serikat menerima US$202 miliar dalam bentuk hampir 2.500 proyek dan aktivitas dari China, menjadikannya penerima terbesar pinjaman China. Hal ini membalikkan asumsi yang selama ini mengira bahwa China menyasar negara berkembang untuk program BRI. Sebagian besar pinjaman China kepada negara maju seperti AS, Rusia, Australia, dan Venezuela bersifat strategis dan berfokus pada infrastruktur, aset mineral, dan teknologi tinggi. China menggunakan pendekatan ekonomi negara untuk tujuan politik dan keamanan nasionalnya, menunjukkan ambisi menjadi kekuatan teknologi dan industri terbesar di dunia.

Dampak dari pinjaman China ini juga telah mempengaruhi negara-negara Barat, termasuk AS, dalam menggunakan bantuan dan kredit. Contohnya, AS meniru langkah China dalam membantu Argentina dengan nilai US$20 miliar. Laporan juga mengungkap bahwa baik pemerintahan Biden maupun Trump terlibat dalam mengalihkan dana untuk membiayai akuisisi aset strategis di negara-negara berpendapatan tinggi demi keamanan nasional. Pengalihan dana ini termasuk pembongkaran lembaga bantuan tradisional USAID oleh pemerintahan Trump dan pertimbangan Kongres AS untuk meningkatkan batas pinjaman U.S. International Development Finance Corporation (DFC) menjadi US$250 miliar.

Jika langkah ini terlaksana, DFC akan memiliki wewenang lebih besar untuk beroperasi di negara-negara maju dalam proyek-proyek strategis bagi keamanan nasional AS. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi antara AS dan China masih akan menjadi topik penting dalam dinamika geopolitik global.

Source link