PT Mayora Indah Tbk (MYOR) melaporkan penurunan penjualan dan laba dari Januari hingga September 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dikirimkan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), MYOR membukukan penjualan sebesar Rp 27,15 triliun selama periode tersebut, mengalami penurunan sebesar 5,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan sebesar 5,9% menjadi Rp 21,39 triliun, sementara laba kotor perusahaan turun 5,7% menjadi Rp 5,78 triliun.
Pada sisi beban usaha, MYOR mencatatkan angka sebesar Rp 3,37 triliun hingga September 2025, dengan laba usaha yang mengalami penurunan sebesar 12,72%. Laba sebelum pajak juga turun 9,1% menjadi Rp 2,35 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan sebesar 8,2% menjadi Rp 1,84 triliun, sementara laba per saham mencapai Rp 83.
Dalam hal ekuitas, MYOR mencatat kenaikan menjadi Rp 17,59 triliun hingga September 2025, dengan aset perseroan yang meningkat menjadi Rp 30,7 triliun. Sementara liabilitas naik menjadi Rp 13,12 triliun. Perseroan juga mengantongi kas dan setara kas sebesar Rp 4,49 triliun hingga September 2025.





