Banyak produsen mobil dan perusahaan baterai yang sekarang terlibat dalam mengembangkan teknologi baterai solid-state. BMW, misalnya, baru-baru ini bekerja sama dengan Samsung SDI untuk mempercepat pengembangan sel baterai solid-state. Teknologi ini menjanjikan keuntungan seperti kepadatan energi yang lebih tinggi, waktu pengisian daya yang lebih cepat, masa pakai yang lebih lama, dan risiko kebakaran yang lebih rendah daripada baterai lithium-ion konvensional.
Perusahaan rintisan Solid Power berbasis di Colorado juga turut berperan dalam pengembangan teknologi baterai solid-state, dengan elektrolit padat berbasis sulfida sebagai inti bahan. Dengan kemitraan baru ini, diharapkan teknologi baterai solid-state dapat lebih dekat dengan adopsi yang lebih luas.
Meskipun masih ada beberapa tantangan dalam pengembangan teknologi ini, BMW dan perusahaan lainnya percaya bahwa tidak lama lagi teknologi baterai solid-state akan siap untuk dikomersialkan. Selain BMW, produsen mobil lain seperti Mercedes-Benz, Stellantis, Volkswagen, serta perusahaan baterai seperti BYD, CATL, dan WeLion New Energy juga sedang mengembangkan teknologi baterai solid-state mereka sendiri. Ini menunjukkan betapa pentingnya teknologi ini dalam industri otomotif saat ini.





