Penurunan tajam Wall Street menimbulkan pertanyaan besar bagi para pelaku pasar. Meskipun perundingan dagang antara pemerintahan Trump dan China masih berjalan lambat, harapan akan adanya kesepakatan akhirnya membuat pasar saham tetap optimis. Dalam waktu dekat, Trump dan Xi Jinping dijadwalkan akan bertemu dalam KTT APEC, memberikan harapan akan pembicaraan yang konstruktif. Meskipun tarif sebesar 40% yang ditetapkan terhadap China memberi sedikit kenyamanan bagi pasar dengan alasan kenapa ekonomi AS mampu bertahan, namun ancaman baru dari Trump bisa menyebabkan tekanan berat bagi perekonomian AS. Perekonomian AS sendiri masih bergantung pada impor untuk produksi berbagai barang, sehingga potensi balasan dari China bisa menjadi risiko besar bagi pasar saham dan perekonomian global pada umumnya.
Penurunan Kapitalisasi Pasar Saham AS Rp 33.117 Triliun





