Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan sel darah merah atau hemoglobin yang dibutuhkan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Salah satu jenis anemia yang umum terjadi adalah anemia defisiensi besi, yang disebabkan oleh kekurangan zat besi dalam tubuh. Dampak dari anemia ini dapat berdampak serius, termasuk menurunnya produktivitas, prestasi belajar, dan risiko kesehatan yang serius pada ibu hamil dan anak-anak seperti stunting dan gangguan pertumbuhan. Kabar buruknya, masalah anemia rentan terjadi pada perempuan. Berbagai faktor menyebabkan banyak perempuan mengalami kekurangan darah, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas mereka. Menurut dr. Rovy Pratama, seorang praktisi kesehatan, anemia menjadi salah satu penyebab utama perempuan tidak produktif di Indonesia. Banyak perempuan sering absen sekolah atau tidak hadir di tempat kerja akibat anemia. Perempuan lebih rentan terkena anemia karena memiliki 3 dari 4 faktor yang menyebabkan kondisi kekurangan darah, salah satunya adalah menstruasi yang dialami setiap bulan. Hal ini menunjukkan pentingnya kesadaran akan kondisi anemia pada perempuan sehingga dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan dan produktivitas mereka.
Kenali Risiko Anemia pada Perempuan oleh Dokter





