BMW tetap yakin pada teknologi mobil bertenaga hidrogen meskipun masih menemui tantangan besar, seperti infrastruktur pengisian bahan bakar. Pada tahun 2028, BMW berencana meluncurkan mobil listrik bertenaga hidrogen pertamanya, iX5 Hydrogen. Dalam wawancara dengan Michael Rath, wakil presiden BMW, di Climate Week NYC, Rath menjelaskan bahwa mobil hidrogen menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mobil listrik namun kesulitan mengisi daya. Didesak oleh regulasi UE untuk menurunkan emisi, BMW melihat mobil hidrogen sebagai solusi yang tepat.
Mobil hidrogen merupakan mobil listrik dengan cara penyimpanan energi yang berbeda, dengan tangki bertekanan dan sistem sel bahan bakar. Tetapi kendala utama yang dihadapi mobil hidrogen adalah kurangnya stasiun pengisian bahan bakar. BMW terus mengembangkan teknologi sel bahan bakar generasi ketiga untuk meningkatkan efisiensi. Perusahaan juga bekerja dengan mengamati munculnya stasiun hidrogen di berbagai negara untuk menentukan strategi penjualan iX5 Hydrogen.
Meskipun tantangan infrastruktur yang ada, BMW tetap pada jalur jangka panjang untuk teknologi hidrogen. Diversifikasi rantai pasokan sel bahan bakar hidrogen membuat BMW merasa yakin dalam menghadapi tantangan krisis pasokan. iX5 Hydrogen bukanlah konsep terbatas, melainkan awal dari dorongan hidrogen yang lebih besar di masa depan. Hal ini menandakan komitmen BMW untuk terus mengembangkan teknologi ramah lingkungan.





