Lamborghini, di bawah naungan Audi, mengalami perubahan yang signifikan dari masa kejayaan era Countach. Meskipun perusahaan tersebut mengalami kesulitan pada akhir 1978, situasinya mulai membaik pada akhir 1990-an ketika Volkswagen Group mengakuisisi Lamborghini. Dengan rekor pengiriman mobil yang terus meningkat, Lamborghini semakin kuat dan sehat secara finansial. Perusahaan telah mulai bereksperimen dengan model-model khusus seperti Huracan Sterrato, dengan lebih banyak proyek istimewa di cakrawala.
Kepala penjualan dan pemasaran Lamborghini, Federico Foschini, mengisyaratkan rencana untuk meluncurkan model yang lebih ekstrem, termasuk versi off-road dari model-model populer. Lamborghini selalu mencari inovasi di luar supercar klasik, dengan fokus pada pasar yang sedang tumbuh. Lamborghini juga tidak melupakan model penggerak roda belakang Temerario dan model terlaris Urus, yang akan tetap menggunakan tenaga gas dengan pengaturan hibrida. dengan adanya regulasi yang semakin ketat, Lamborghini harus mengeksplorasi hibridisasi sebagai solusi untuk memenuhi persyaratan emisi. Dengan segala potensi inovasi dan keunggulan teknologi, Lamborghini tetap menjadi brand yang menghadirkan mobil eksotis yang menarik dan kuat.





