Produksi Bijih Nikel Naik Tajam Berkat Proyek HPAL MBMA

by -191 Views

PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatat kinerja solid pada paruh pertama tahun 2025 meskipun mengalami penurunan pendapatan akibat pemeliharaan smelter. Perusahaan berhasil mencatat pertumbuhan signifikan dalam produksi bijih nikel dan proyek-proyek strategis yang menjadi landasan bisnis jangka panjang.

Pada periode Januari-Juni 2025, MBMA mencatat pendapatan sebesar USD 628 juta, mengalami penurunan sebesar 32% dari tahun sebelumnya. Namun, EBITDA hanya turun 8% menjadi USD 77 juta, menunjukkan ketahanan margin perusahaan. Bahkan, EBITDA pada kuartal II 2025 tumbuh sebesar 33% YoY setelah diperhitungkan dengan pengurangan produksi Nikel Matte Kadar Tinggi (HGNM).

Tambang nikel SCM berhasil memproduksi 6,9 juta wmt bijih nikel, mencatat lonjakan sebesar 78% dari tahun sebelumnya. Produksi limonit naik 45%, sementara saprolit meningkat secara signifikan sebesar 189%. Capaian ini didukung oleh investasi dalam infrastruktur dan kemampuan tambang selama 12-18 bulan terakhir.

Menurut Presiden Direktur MBMA, Teddy Oetomo, pertumbuhan dalam produksi bijih nikel dan kemajuan proyek strategis adalah bukti keberhasilan operasional perseroan. Teddy menyatakan bahwa meskipun pemrosesan sempat terganggu oleh pemeliharaan, lonjakan produksi ini akan berkontribusi dalam menurunkan biaya dan meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang. Keberlanjutan pertumbuhan produksi bijih nikel dan kemajuan proyek HPAL serta AIM dianggap sebagai pilar penting dalam transformasi MBMA ke depan.

Source link