Stellantis, perusahaan mobil terkemuka, mengalami penurunan produksi untuk beberapa model yang mengalami penurunan penjualan. Salah satunya adalah Alfa Romeo Tonale, yang mengalami penurunan permintaan hingga 42,1 persen di Eropa. Meskipun demikian, Alfa Romeo telah melaporkan peningkatan total pengiriman kendaraannya di Benua Eropa selama paruh pertama tahun ini. Namun, performa Tonale masih perlu diperbaiki, terutama setelah penurunan pesat dalam jumlah unit yang terjual.
Selain itu, model lain seperti Dodge Hornet juga mengalami penurunan yang signifikan dalam penjualan, mencapai 52 persen di Amerika Serikat. Untuk mengatasi penurunan permintaan, Stellantis memutuskan untuk menghentikan sementara produksi di pabrik Pomigliano, Italia, untuk model-model tersebut. Dilaporkan juga bahwa Fiat Panda akan mengalami penghentian produksi yang sama pada tanggal yang sama untuk menyesuaikan dengan situasi pasar yang sulit.
Selain Alfa Romeo dan Fiat, Stellantis juga akan menghentikan produksi Opel Mokka dan DS3. Keputusan ini diambil mengingat kondisi pasar yang sulit di Eropa, yang mempengaruhi performa penjualan perusahaan secara keseluruhan. Meskipun demikian, Alfa Romeo masih berhasil menjaga angka penjualannya dengan model crossover subkompak, Junior, yang telah mendapat banyak pesanan di berbagai negara. Diperkirakan permintaan akan terus meningkat seiring dengan ekspansi pasar model ini.
Secara keseluruhan, Stellantis masih menghadapi tantangan dalam penjualan mobil di Eropa, dengan penurunan yang signifikan pada beberapa merek. Namun, perusahaan terus berupaya untuk meningkatkan performanya dan menghadapi perubahan pasar yang dinamis. Pola penjualan yang bervariasi antara merek menunjukkan kompleksitas pasar mobil saat ini dan tantangan yang harus diatasi oleh Stellantis untuk tetap bersaing di pasar global.





