Pertamina Menjamin Stok BBM Murni untuk SPBU Swasta Hari Ini

by -232 Views

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan kargo base fuel tiba di Jakarta hari ini, Rabu (24/9/2025). Langkah ini merupakan hasil arahan pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang mendorong kerjasama pemenuhan kebutuhan BBM antara Pertamina dan Badan Usaha Swasta (BU swasta).

Setelah dilaksanakan dua kali, pertemuan antara Pertamina dan BU swasta telah terjadi pada Jumat (19/9/2025) dan Selasa (23/9/2025). Dalam pertemuan pertama, BU swasta menyatakan persetujuannya untuk membeli produk BBM berbasis base fuel yang belum dicampur aditif dan pewarna. Agree dengan Pertamina, BU swasta juga setuju untuk menggunakan mekanisme harga secara open book dan melibatkan pihak independen (join surveyor) agar kualitas produk yang disalurkan terjamin. Kesepakatan tersebut sangat penting untuk menjamin transparansi dan kepastian pasokan secara global.

Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menekankan bahwa Pertamina menaruh kepentingan kolaborasi dengan semangat saling menghormati aturan dan tata kelola yang berlaku.

“Pertamina Patra Niaga menawarkan mekanisme penyediaan pasokan dengan menggunakan prosedur yang ada. Harapan kami adalah agar BU swasta dapat berkolaborasi dengan niat baik, sambil tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN,” jelas Roberth.

Kompleksitas aspek komersial juga akan dibahas lebih lanjut, dengan penekanan agar mekanisme berjalan dalam koridor hukum, aturan pemerintah, dan prinsip good corporate governance.

Pada pertemuan kedua hari Selasa (24/9/2025), seluruh BU swasta, termasuk Vivo, AKR, Exxon, BP, dan Shell, turut hadir. Meskipun beberapa perusahaan membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan kantor pusat global masing-masing, namun komitmen yang samar untuk segera menyampaikan kebutuhan kuota tambahan sudah disampaikan.

Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa kargo base fuel telah tiba di Jakarta sesuai dengan spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Selanjutnya, mekanisme pengawasan kualitas pasokan akan dipastikan melalui join surveyor, sementara pertemuan one-on-one dengan masing-masing BU swasta akan dilakukan untuk merinci kebutuhan dan rencana distribusi ke masyarakat.

Roberth menegaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kolaboratif kepada masyarakat dengan niat baik.

“Harapan kami adalah agar segera mendapatkan informasi kebutuhan pasokan dari BU swasta, sehingga penyaluran ke masyarakat dapat berjalan lancar. Tindakan ini didasari oleh arahan Menteri ESDM agar stok BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, dapat segera tersedia sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Source link