Kapal perang Angkatan Laut Australia HMAS Cape Woolamai 318 bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali, dalam kunjungan yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Kunjungan ini merupakan bagian dari refuel, replenishment, and liberty sebelum kapal melanjutkan perjalanan ke Darwin, Australia. Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Cokorda G.P. Pemayun beserta jajaran dan anggota Pramuka Saka Bahari binaan Lanal Denpasar menyambut kedatangan HMAS Cape Woolamai 318 dengan penghormatan militer.
Menurut Cokorda, kunjungan kapal perang tersebut merupakan contoh dari hubungan bilateral yang baik antara TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN). Kehadiran HMAS Cape Woolamai di Bali adalah bukti kerja sama yang erat antara kedua negara, terutama dalam bidang maritim. Penyambutan ini sebagai langkah implementasi dari program prioritas KSAL Laksamana Muhammad Ali, yang menekankan pentingnya prajurit TNI AL dalam menjalankan tugas diplomatik di perairan Indonesia-Australia.
HMAS Cape Woolamai 318 memiliki panjang 58,1 meter dan membawa 21 kru dengan kecepatan maksimal 25 knots. Kapal ini dilengkapi dengan dua meriam 12.7 kaliber mm. Keseluruhan kunjungan ini merupakan contoh nyata dari kerjasama yang berlangsung antara kedua negara dalam memperkuat hubungan maritim.





