Kebiasaan Sehari-hari untuk Mencegah Demensia

by -234 Views

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup seperti berolahraga, pola makan sehat, dan keterlibatan dalam interaksi sosial dapat membantu melambatkan atau mencegah penurunan kemampuan otak yang menyebabkan demensia. Demensia merupakan penyebab kematian ketujuh tertinggi di dunia dan juga salah satu penyebab utama kecacatan serta ketergantungan pada lansia.

Di Indonesia, diperkirakan ada 1,2 juta orang dengan demensia pada tahun 2016. Angka ini diproyeksikan akan meningkat menjadi 2 juta pada tahun 2030 dan 4 juta pada tahun 2050. Faktor risiko gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan buruk, obesitas, konsumsi alkohol, serta kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, depresi, dan isolasi sosial dipercaya dapat berkontribusi pada penurunan fungsi kognitif.

Penelitian dari Universitas Florida Atlantic menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup terapeutik telah terbukti efektif dalam mengurangi penurunan kognitif pada lansia. Aktivitas fisik seperti latihan aerobik dapat meningkatkan kesehatan otak melalui peningkatan faktor neurotropik seperti BDNF yang mendukung pertumbuhan dan pemetaan ulang neuron di hipokampus yang rusak akibat demensia.

Diet Mediterania dan DASH Diet juga dapat membantu mengurangi kerusakan sel akibat stres oksidatif, meningkatkan sensitivitas insulin, dan meredakan risiko gangguan pembuluh darah. Berhenti merokok juga penting untuk menjaga kesehatan jaringan otak dan menurunkan risiko gangguan fungsi pikir.

Selain itu, interaksi sosial dan berbagai aktivitas untuk melatih otak dapat membantu menjaga otak tetap fleksibel dan meningkatkan daya tahan mental. Para ahli menyarankan bahwa pendekatan ini dapat mengubah cara perawatan demensia dan mengurangi beban pada keluarga serta sistem kesehatan secara efektif dan ekonomis.

Source link