Tsunami 100 Meter Hantam Ambon: Kesaksian Warga Terkait Kiamat

by -121 Views

Pada tanggal 17 Februari 1674, Indonesia pernah mengalami tsunami setinggi 100 meter. Kejadian tragis ini terungkap dari sebuah catatan yang ditulis oleh seorang tentara bernama George Berhard Rumphius. Saat itu, Rumphius ditugaskan untuk menjaga keamanan di Ambon dan mendukung eksploitasi rempah-rempah oleh VOC. Namun, setelah dipindahkan ke dinas sipil, Rumphius mulai mempelajari alam dan kebudayaan setempat. Ia kemudian menjadi seorang naturalis ternama dan menulis buku Herbarium Amboinense.

Pada malam kejadian, Rumphius dan orang-orang lain di Kastil Victoria merasakan getaran yang menyerupai pergerakan air. Mereka kemudian melihat tanah bergerak naik turun seperti ombak laut. Dalam kepanikannya, mereka berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi, namun air laut dengan cepat melanda daratan. Akibatnya, banyak orang, termasuk istri dan anak perempuan Rumphius, menjadi korban tsunami tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengklaim bahwa kejadian ini merupakan tsunami pertama yang tercatat di Nusantara. Gempa yang terjadi 351 tahun yang lalu memiliki kekuatan M7,9 dan sangat merusak, mengakibatkan Ambon kehilangan kekuatannya. BMKG menjelaskan bahwa tsunami pada saat itu disebabkan oleh kombinasi getaran gempa dan longsor pantai.

Dengan demikian, cerita dan catatan Rumphius menjadi saksi sejarah yang penting mengenai tsunami di Indonesia. Kekuatannya telah meninggalkan bekas yang mendalam dalam sejarah bencana alam.

Source link