NATO akan memperkuat pertahanan di bagian timur setelah Polandia berhasil menembak jatuh drone yang melanggar wilayah udara. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan rencana inisiatif ‘Eastern Sentry’ yang melibatkan berbagai aset Sekutu, termasuk teknologi untuk melawan ancaman drone.
Insiden pelanggaran wilayah udara di Polandia memperlihatkan kecerobohan Rusia di sepanjang sisi timur NATO yang semakin meningkat. Rutte menegaskan pentingnya menjaga setiap bagian wilayah sekutu, termasuk Polandia, dan menempatkan pasukan darat terdepan di delapan negara dengan kontribusi dari setiap sekutu yang mendukung kontingen ini. Tanggapan ini sejalan dengan rencana untuk meningkatkan kehadiran pasukan apabila diperlukan.
Sebanyak 19 drone yang diduga milik Rusia telah memasuki Polandia sebelumnya dan berhasil ditembak jatuh dengan bantuan negara anggota NATO lainnya seperti Belanda dan Prancis yang mengerahkan pesawat tempur. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia membantah klaim bahwa drone yang jatuh di Polandia adalah milik militer Rusia. Semua tindakan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan dan kedaulatan di wilayah tersebut.





