Pada pertengahan bulan ini, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melaporkan bahwa lebih dari 36.000 warga yang tinggal di Jalur Gaza terpaksa mengungsi akibat serangan terbaru Israel. Menurut juru bicara PBB, Stephane Dujarric, orang-orang terus melarikan diri karena takut akan keselamatan mereka dan mencari perlindungan di tempat yang aman. Sejak 14 Agustus, lebih dari 36.200 orang telah menjadi pengungsi, dengan gelombang terbesar terjadi pada 24 dan 25 Agustus.
Mayoritas pengungsi berasal dari wilayah Kota Gaza dan sebagian besar mengungsi ke Deir al Balah serta Khan Younis. Sayangnya, distribusi bantuan kemanusiaan masih terbatas oleh Israel, dengan hanya separuh dari 12 misi kemanusiaan yang berhasil dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan pihak Israel. Militer Israel juga telah mengeluarkan perintah pengungsian baru untuk sebagian wilayah di Kota Gaza.
Konflik yang terjadi sejak Oktober 2023 telah menewaskan hampir 63.000 orang di Gaza. Mahkamah Internasional telah menyebut serangan Israel sebagai genosida dan menyerukan agar konflik ini diakhiri. Situasi di Gaza masih terus membutuhkan perhatian dan bantuan internasional untuk membantu warga yang terdampak akibat konflik yang terus berlangsung.





