Prabowo Minta Percepat Daur Ulang Sampah, Perizinan Disederhanakan

by -178 Views

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat terbatas bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan untuk percepatan program pengelolaan energi berbasis sampah, waste to energy. Proses administrasi yang semula dijadwalkan enam bulan dipangkas menjadi tiga bulan agar proyek dapat diselesaikan dalam 18 bulan.

Rapat juga membahas perkembangan program koperasi desa yang telah dimulai, serta program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan target produksi sebanyak 1,3 juta ton. Di sektor energi, Presiden Prabowo mendorong percepatan program listrik desa untuk 5.700 desa dan 4.400 dusun.

Menurut Kementerian ESDM, ada 30 kota besar prioritas yang ditargetkan untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan estimasi mampu menghasilkan listrik sekitar 20 MW di setiap kota besar. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menjelaskan bahwa saat ini harga pokok produksi (HPP) listrik dari pembangkit berbahan bakar diesel masih tinggi, mencapai lebih dari US$ 30 sen per kWh. Namun, dengan adanya Perpres baru, harga listrik dari PLTSa diperkirakan sekitar US$ 13 sen per kWh.

Implementasi program pengelolaan energi berbasis sampah ini mengacu pada Perpres yang ada, dengan perkiraan harga sekitar 13 sen USD per kWh. Tindakan ini diambil untuk mendukung upaya percepatan pembangunan infrastruktur energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Source link