Pada minggu sebelumnya, IHSG mengalami penurunan dalam perdagangan saham pada tanggal 19-22 Agustus 2025. Penurunan IHSG terjadi setelah mencapai rekor tertinggi yang dipengaruhi oleh sentimen internal dan eksternal. Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,50% menjadi 7.858,85 selama seminggu terakhir. Penurunan IHSG dalam pekan ini lebih besar dibandingkan pekan sebelumnya dimana IHSG menurun 0,06% menjadi 7.533,38. Kapitalisasi pasar BEI juga turun 0,81% menjadi Rp 14.131 triliun dari posisi sebelumnya Rp 14.247 triliun. Herditya Wicaksana, seorang analis dari PT MNC Sekuritas, mengatakan bahwa penurunan IHSG dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, rilis suku bunga China yang tetap stabil di tengah perang tarif dagang. Kedua, BI Rate atau suku bunga acuan yang dipangkas menjadi 5% (dari 5,25%). “Hal ini diluar dugaan dari konsensus,” kata Herditya saat dihubungi oleh Liputan6.com.
Peluang Investasi Saham Pasca Pangkas Suku Bunga





