Babinsa Peltu Waridi yang bertugas di Kodam Jaya sebagai Bintara Pembina Desa di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, mengungkapkan bahwa tugasnya menjaga Sungai Ciliwung bebas dari sampah merupakan tanggung jawab yang harus ia laksanakan dengan penuh kesadaran. Dalam video wawancara yang diunggah oleh akun resmi Kodam Jaya, Waridi menjelaskan bahwa setiap hari dia berpatroli di daerah tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Wilayah Bidara Cina memiliki luas 126 hektare dengan penduduk sebanyak 44,7 ribu jiwa, di mana beberapa Rukun Warga di tepi sungai rentan terhadap banjir.
Waridi juga menceritakan bahwa tim sudah menyediakan tali tambang berukuran ratusan meter untuk evakuasi warga saat terjadi banjir, terutama bagi mereka yang rumahnya berada di bagian paling belakang. Meskipun lokasinya sempit dan sulit dijangkau kapal, respon dari warga terhadap upaya penanganan banjir tersebut sangat baik. Program “Jaga Bumi” yang digalakkan oleh Kodam Jaya bertujuan untuk menjaga Sungai Ciliwung dari sampah. Sejak Maret 2025, lebih dari 1.500 ton sampah berhasil ditangkap di saringan TB Simatupang, mengingatkan akan beban besar yang ditanggung oleh sungai akibat aktivitas manusia.
Pendam Jaya menjelaskan bahwa menjaga sungai bukan hanya sekedar membersihkannya, melainkan juga menjadi bagian dari mendampingi warga, mengurangi risiko banjir, dan memastikan kelestarian lingkungan dengan sebaik mungkin. Melalui program “Jaga Bumi”, Pangdam Jaya berharap peran TNI dalam menjaga lingkungan terwujud dengan baik. Babinsa di Kodam Jaya turut serta dalam menjaga Sungai Ciliwung dan mengajak semua pihak untuk turut serta dalam menjaga lingkungan sekitar dengan tindakan sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan tidak membuang sampah ke sungai.





