Korps Marinir baru-baru ini menggelar uji fungsi teropong thermal baru yang akan digunakan oleh para prajurit saat operasi. Kegiatan ini dipimpin oleh Panglima Korps Marinir, Letjen (Mar) Endi Supardi di Cilandak, Jakarta pada Kamis (21/8).
Uji fungsi teropong thermal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tempur Batalyon Tim Pendarat (BTP) dalam menghadapi tantangan operasi di malam hari atau di wilayah minim cahaya. Endi menyatakan bahwa peralatan modern seperti ini sangat membantu prajurit dalam pertempuran, pengintaian, dan operasi lainnya di kegelapan malam, memberikan keuntungan taktis yang signifikan.
Dua jenis teropong thermal yang diuji meliputi multifunction binocular dan thermal monocular sight. Para prajurit Marinir yang telah ditunjuk dan dilatih khusus untuk mengoperasikan peralatan tersebut melakukan simulasi diberbagai kondisi untuk memastikan bahwa perangkat fungsional dan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
Setelah uji fungsi, akan dilakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kelayakan dan efektivitas penggunaan peralatan teropong thermal dalam mendukung operasi Korps Marinir ke depan. Melalui penggunaan alat tersebut, Korps Marinir berharap dapat meningkatkan kemampuan tempur, menghadapi tantangan operasi dengan lebih baik, serta memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan kedaulatan negara.
Batalyon Tim Pendarat Marinir adalah salah satu satuan tempur Marinir yang memiliki peran penting dalam operasi amfibi. Satuan ini bertugas mendaratkan pasukan dari laut ke daratan dengan cepat, sambil membuka jalan bagi operasi lanjutan. Kemampuan tempur malam hari, termasuk pengintaian dalam kondisi gelap, menjadi faktor strategis bagi Batalyon Tim Pendatat dalam menjaga efektivitas manuver tempur dan keberhasilan misi pendaratan.





