Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menekankan pentingnya TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk membangun sistem pertahanan udara yang adaptif dan terintegrasi guna menghadapi perkembangan teknologi terkini. Hal ini disampaikan dalam Forum Udara dan Antariksa TNI AU 2025 di Mabesau, Jakarta. Tonny menegaskan perlunya arsitektur pertahanan udara yang mampu merespons serangan dari berbagai arah dan jenis secara simultan. Selain teknologi, SDM unggul dan doktrin adaptif juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan peperangan modern.
Menyoroti dominasi kekuatan udara dalam konflik global saat ini, Tonny mengatakan TNI AU perlu memanfaatkan sensor quantum sensing, serangan kinetik dan non-kinetik, serta sistem keputusan berbasis kecerdasan buatan. Forum tersebut menghadirkan narasumber seperti Pangkoopsudnas Marsdya TNI Minggit Tribowo, Dankodiklatau Marsdya TNI Arif Mustofa, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Strategis Indonesia Rizal Dharma Putra, serta Direktur Eksekutif Indo-Pasifik Strategic Intelligence Indonesia Curie Maharani Savitri. Upaya membangun sistem pertahanan udara yang adaptif dan terintegrasi diharapkan dapat menjaga eksistensi dan keunggulan TNI AU di masa depan.





