Penguatan Komcad dan Komduk untuk Menghadapi Kompleksitas Ancaman Nasional Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) tengah mematangkan strategi penguatan komponen cadangan (komcad) dan komponen pendukung (komduk) sebagai langkah antisipasi terhadap kompleksitas ancaman nasional. Menurut Asisten Deputi Bidang Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI Parwito, penguatan komcad dan komduk merupakan pilar utama dari sistem pertahanan semesta yang sangat penting. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian rapat penyusunan penguatan komcad dan komduk yang diadakan baru-baru ini.
Rapat ini melibatkan berbagai kementerian/lembaga untuk menyesuaikan kebijakan dalam upaya penguatan kedaulatan negara. Parwito menegaskan betapa pentingnya komcad dan komduk dalam menghadapi ancaman global yang semakin kompleks, seperti perubahan iklim, infiltrasi budaya, dan dinamika geopolitik yang semuanya berdampak pada pertahanan negara. Kemenko Polkam menekankan bahwa integrasi program, sinkronisasi rincian output (RO), serta penyusunan regulasi bersama akan memastikan bahwa semua pihak terlibat dapat berpartisipasi aktif dalam keamanan negara.
Selain itu, penguatan komcad dan komduk juga telah diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Target utama dari langkah-langkah ini adalah memperkuat postur pertahanan, mengembangkan industri pertahanan, dan memaksimalkan sumber daya nasional melalui indikator kinerja seperti Asia Power Index dan Global Cybersecurity Index. Strategi yang diusung mencakup pembinaan personel di wilayah strategis, integrasi peran aparatur sipil negara, optimalisasi potensi akademisi dan generasi muda, serta penyebaran kekuatan di seluruh nusantara. Ke depannya, diharapkan langkah-langkah ini dapat memperkuat pertahanan negara dan menjaga kedaulatan Indonesia dengan lebih baik.
Penguatan Komcad dan Komduk hadapi Ancaman Nasional – Indonesiadefense.com





