Komitmen TNI dalam menertibkan pertambangan tanpa izin semakin diperkuat dengan kehadiran Brigjen TNI Sugiyono, Komandan Korem 031/Wira Bima (WB) dalam Gelar Pasukan Operasi Penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Tahun 2025 di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Gubernur Riau Abdul Wahid turut memimpin kegiatan ini, menegaskan pentingnya kerjasama antara TNI, aparat penegak hukum, dan pemerintah dalam memberantas aktivitas PETI yang merusak ekosistem dan merugikan masyarakat. Operasi ini bukan hanya tentang menegakkan hukum, namun juga untuk melindungi lingkungan dan mengamankan masa depan generasi mendatang.
Tidak hanya itu, Gubernur Abdul Wahid juga menekankan bahwa tidak ada toleransi terhadap aktifitas ilegal yang merusak di Kuantan Singingi, terutama di sepanjang sungai. Sungai Kuantan memiliki nilai strategis sebagai sumber air dan warisan budaya yang harus dijaga. Kerja sama antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait sangat diperlukan dalam menangani masalah pertambangan ilegal yang telah menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan ketertiban di wilayah Kuansing.
Dalam rangka persiapan operasi, dilakukan pengecekan terhadap kesiapan personel dan peralatan pendukung. Semua pihak sepakat untuk bekerja sama demi menjaga lingkungan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat. Upaya bersama ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan ekonomi masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di daerah tersebut.





