Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta untuk Program MBG

by -108 Views

Pada tanggal 30 Juli 2025, Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC) membagikan wawasan kunci kepada para pemimpin regional untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam acara yang diselenggarakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, pada hari Rabu (30 Juli). Turut hadir dalam acara tersebut adalah Muhamad Isra Ramli, Deputi I Bidang Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC; Tigor Pangaribuan, Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN); serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Acara yang bertajuk “Bukti Nyata Program-program Presiden Prabowo Subianto” itu diselenggarakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial Cinta Tanah Air).

Forum ini juga dihadiri oleh beberapa pemimpin daerah, antara lain: Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, serta pejabat daerah lainnya dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya menyelaraskan sudut pandang di semua tingkatan pemerintahan untuk memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan lancar dan terkoordinasi.

Hasan menjelaskan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo tidak bersifat improvisasi tetapi didasarkan pada perencanaan jangka panjang—banyak gagasan telah dipaparkan dalam buku yang ditulis oleh Prabowo lebih dari sepuluh tahun yang lalu, yang kini menjadi dasar program-program pemerintah. Salah satu inisiatif unggulan tersebut adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang dijelaskan oleh Hasan sebagai produk visi jangka panjang yang dipikirkan dengan teliti. Ia mencatat bahwa program serupa telah diterapkan di lebih dari 109 negara, dengan dampak yang dapat diamati dalam jangka waktu 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan menyerukan kepada semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program tersebut.

Forum ini juga menjadi platform bagi pemimpin daerah untuk menyampaikan umpan balik dan proposal langsung kepada perwakilan BGN mengenai program MBG. Hasan menekankan bahwa kolaborasi dan komunikasi langsung sangat penting untuk menghasilkan terobosan di lapangan yang nyata. Hasan juga mengingatkan peserta bahwa dapur SPPG (Unit Layanan Pemenuhan Gizi) harus dikelola dengan cermat. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi setidaknya sepertiga kebutuhan kalori harian, dan yang tidak kalah penting—rasanya harus enak.

Jika makanan tidak enak dan tidak dimakan, tujuan tidak tercapai. Oleh karena itu, Hasan mengatakan: jika makanan tidak enak, beri umpan balik. Hal itu akan sia-sia jika makanan berakhir di tempat sampah.

Source link