IHSG Lepas dari Posisi 7.500, Saham PTBA Turun 1,19%
Pada perdagangan Kamis, IHSG mengalami koreksi di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dengan mayoritas sektor saham mengalami penurunan. Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup turun sebesar 0,87% ke posisi 7.484,33, diikuti oleh penurunan juga pada Indeks LQ45 sebesar 0,96% ke posisi 790,46.
Pada pekan ini, IHSG bergerak di kisaran antara 7.566,75 dan 7.476,38. Sebanyak 412 saham mengalami penurunan, sementara 228 saham menguat dan 164 saham stagnan. Total frekuensi perdagangan mencapai 2.004.165 kali dengan volume perdagangan sebesar 41,6 miliar saham, dan nilai transaksi harian mencapai Rp 18,3 triliun. Posisi tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 16.469.
Sementara itu, sektor saham infrastruktur mencatat penurunan terbesar yaitu sebesar 3%, diikuti oleh sektor saham basic yang turun 2,52% dan sektor saham transportasi yang terpangkas sebesar 2,09%.
Pada perdagangan Kamis, saham BBCA dan PTBA mengalami penurunan. Saham BBCA turun 1,19% ke posisi Rp 8.275 per saham, dengan total frekuensi perdagangan 53.143 kali dan nilai transaksi harian mencapai Rp 1,9 triliun. Sementara saham PTBA turun 1,22% ke posisi Rp 2.420 per saham, dengan total frekuensi perdagangan sebanyak 7.297 kali dan nilai transaksi Rp 32,6 miliar. Saham ENRG ditutup stagnan di posisi Rp 590 per saham, dengan total frekuensi perdagangan 11.180 kali dan nilai transaksi Rp 135,1 miliar.
Dengan demikian, IHSG hari ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung menurun, terutama dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS dan performa sektor saham tertentu.





