Para pelaku pasar sedang menunggu hasil dari perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China serta mengantisipasi pengumuman pertemuan kebijakan bank sentral AS. Dua negara tersebut telah menyelesaikan hari pertama dari dua hari perundingan di Stockholm, Swedia dengan tujuan memperpanjang gencatan tarif setelah batas waktu 12 Agustus 2025 dan membahas upaya untuk menjaga hubungan dagang serta stabilitas ekonomi global. Ini adalah pertemuan ketiga dalam beberapa bulan terakhir setelah pertemuan di Jenewa, Swiss dan London, Inggris. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa tarif global kemungkinan akan berkisar antara 15-20 persen, yang dapat mempengaruhi negara-negara yang belum mencapai kesepakatan dagang dengan AS. Trump juga berencana untuk memperpendek batas waktu bagi Rusia dari 50 hari menjadi hanya 10-12 hari, tergantung pada hasil kesepakatan mengenai konflik di Ukraina atau menghadapi pembalasan ekonomi global. Kesepakatan dagang sebelumnya antara AS dan Uni Eropa (UE) memberikan harapan perpanjangan gencatan tarif antara AS dan China. Imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun mengalami kenaikan menjadi 4,42 persen, sementara pasar juga menantikan data inflasi AS yang akan menjelaskan efek tarif terhadap perekonomian.
IHSG 29 Juli 2025: Kenaikan Terbatas, Sektor Saham Hijau





