Update Perang Thailand-Kamboja: Gencatan Senjata dan Penembakan Massal

by -151 Views

Perundingan perdamaian antara Kamboja dan Thailand telah menghasilkan kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat yang resmi diumumkan oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Langkah ini merupakan upaya diplomatik penting untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Perjanjian gencatan senjata segera berlaku mulai tengah malam pada tanggal 28 Juli 2025, diumumkan oleh PM Anwar setelah pertemuan di Putrajaya, Malaysia. PM Kamboja menyatakan bahwa gencatan senjata ini memberikan kesempatan untuk “kembali normal” dalam hubungan antara kedua negara. Selain itu, Malaysia juga siap mengoordinasikan tim pengamat untuk memverifikasi implementasi kesepakatan gencatan senjata. Seluruh pihak berkomitmen untuk menjunjung prinsip hukum internasional, hidup berdampingan secara damai, dan kerja sama multilateral dalam menyelesaikan konflik tersebut.

Upaya negosiasi ini juga mendapat dukungan dari Amerika Serikat dan China, yang terlibat aktif dalam mendorong dialog dan perdamaian di kawasan tersebut. Presiden AS Donald Trump juga terlibat langsung dengan mendorong perjanjian gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Meskipun ada isu konflik yang masih berlangsung dan beberapa tuduhan yang dilontarkan, termasuk tuduhan mengenai senjata kimia, Thailand tetap teguh dalam mendukung perdamaian dan menegaskan komitmennya terhadap Konvensi Senjata Kimia.

Sementara itu, kondisi di wilayah perbatasan terus memanas, dengan baku tembak yang masih terjadi dan warga sipil menjadi korban. Pasar di Bangkok juga dilanda penembakan massal yang menewaskan enam orang. Situasi ini juga berdampak pada institusi kerajaan, dimana perayaan ulang tahun Raja Thailand ke-73 harus dibatalkan akibat krisis keamanan yang sedang berlangsung. Meskipun demikian, upaya diplomasi terus dilakukan untuk mengakhiri konflik antara kedua negara tetangga ini.

Source link