Shuttle Diplomacy Indonesia dalam Konflik Thailand-Kamboja – Indonesiadefense.com

by -137 Views

Konflik antara Thailand dan Kamboja kembali memanas di sepanjang perbatasan yang menjadi sengketa pada Jumat (25/7), menyebabkan belasan orang tewas dan 100.000 warga sipil terpaksa dievakuasi. Pengamat politik, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan bahwa konflik ini merupakan ujian penting bagi sentralitas ASEAN. Peran Indonesia sebagai ‘the big brother in ASEAN’ dan kepemimpinan Malaysia dalam ASEAN saat ini dipertaruhkan dalam situasi ini.

Khoirul menggarisbawahi pentingnya belajar dari pengalaman Indonesia di masa lalu ketika berhasil mendamaikan konflik antara Thailand dan Kamboja pada tahun 2011 di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Oleh karena itu, dia menyarankan agar pemerintah saat ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, segera mendorong Menteri Luar Negeri Sugiono untuk melakukan Shuttle Diplomacy guna menemui perwakilan dari kedua negara tersebut.

Langkah ini penting untuk meminta Thailand dan Kamboja agar menahan diri dan kembali ke meja perundingan untuk mencari solusi damai. Indonesia dan ASEAN juga perlu melibatkan observer, bahkan mungkin pasukan penjaga perdamaian dari negara-negara ASEAN, untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Khoirul juga menekankan pentingnya Indonesia sebagai mediator aktif dan mengajak negara-negara ASEAN lainnya untuk terlibat dalam diplomasi penyelesaian konflik tersebut. Langkah-langkah yang diambil ASEAN di masa depan, seperti mendorong gencatan senjata, merumuskan skema penyelesaian konflik, dan menetapkan waktu untuk proses penyelesaian konflik, sangat penting untuk memastikan stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan ini, sehingga pembangunan ekonomi dan kemajuan kawasan bisa terus berlangsung dengan baik.

Source link