Presiden Komisaris PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), Soegiarto Adikoesoemo, baru-baru ini membuat pembelian saham AKRA pada bulan Februari 2025. Berdasarkan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Soegiarto Adikoesoemo membeli total 13.661.500 saham AKRA pada tanggal 7, 10, dan 11 Februari 2025. Harga rata-rata pembelian saham AKRA berkisar antara Rp 1.104,64 hingga Rp 1.124,01 per saham, yang merupakan setara dengan 0,068 persen dari total saham yang ditransaksikan.
Transaksi pembelian saham dimulai pada tanggal 7 Februari 2025 ketika Soegiarto membeli 2 juta saham AKRA dengan harga Rp 1.124,01 per saham. Pada tanggal 10 Februari 2025, Soegiarto kembali melakukan pembelian saham sebanyak 6,21 juta saham dengan harga Rp 1.105 per saham. Kemudian, pada tanggal 11 Februari 2025, Soegiarto membeli 5,45 juta saham AKRA dengan harga Rp 1.104,64 per saham. Total nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp 15,1 miliar.
Setelah pembelian saham tersebut, Soegiarto kini memegang total 115.266.300 saham AKRA atau setara dengan 0,57 persen kepemilikan. Data dari RTI juga menunjukkan bahwa pada penutupan perdagangan tanggal 12 Februari 2025, harga saham AKRA stagnan di level Rp 1.105 per saham, dengan level tertinggi mencapai Rp 1.110 dan level terendah mencapai Rp 1.095 per saham. Total frekuensi perdagangan saham AKRA mencapai 1.698 kali dengan volume perdagangan mencapai 203.989 saham dan nilai transaksi mencapai Rp 22,5 miliar.
Selain Soegiarto Adikoesoemo, pemegang saham lain dari AKR Corporindo termasuk PT Arthakencana Rayatama dengan kepemilikan saham sebesar 63,64 persen, Haryanto Adikoesoemo sebesar 1,02 persen, dan pemegang saham lain seperti Jimmy Tandyo, Bambang Soetiono, Mery Sofi, Suresh Vembu, Nery Polim, Termurti Tiban, serta pemegang saham treasury dan masyarakat non warkat dengan kepemilikan yang beragam.





