Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengungkapkan bahwa Thailand dan Kamboja telah setuju untuk “segera bertemu” guna mencapai gencatan senjata. Dalam unggahan di platform media sosial Truth Social, Trump menyebut bahwa dia telah berkomunikasi secara langsung dengan Perdana Menteri dari kedua negara tersebut. Kedua belah pihak diharapkan dapat mencapai gencatan senjata dan perdamaian dalam waktu dekat.
Konflik antara Thailand dan Kamboja telah menyebabkan kekacauan, dengan lebih dari 20 orang tewas dan 150.000 lainnya terpaksa mengungsi. Trump mengungkapkan bahwa kedua negara telah setuju untuk segera bertemu untuk merundingkan gencatan senjata. Mereka juga menyatakan keinginan untuk kembali ke meja perundingan dengan AS setelah pertempuran dihentikan.
Utusan Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, telah menyerukan “gencatan senjata segera, tanpa syarat” sementara utusan Thailand untuk PBB, Cherdchai Chaivaivid, meminta Kamboja untuk mengakhiri permusuhan dan tindakan agresi serta melanjutkan dialog dengan itikad baik. Rencana pertemuan antara Thailand dan Kamboja dipandang sebagai langkah positif menuju perdamaian dan stabilitas di kawasan.





