Industri farmasi dan obat tradisional di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Data dari Kementerian Perindustrian mencatat bahwa industri farmasi dan obat-obatan mengalami pertumbuhan sebesar 8,01 persen pada kuartal II 2024. Selama periode Januari hingga September 2024, ekspor industri farmasi Indonesia mencapai USD 639,42 juta atau setara dengan Rp 9,9 triliun. Peningkatan ini didorong oleh kontribusi perusahaan farmasi lokal yang mampu bersaing di pasar global.
Salah satu perusahaan yang menjadi pemain utama dalam industri ini adalah PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), dikenal juga dengan nama PYFAGROUP. CNBC Research mencatat bahwa PYFA merupakan salah satu dari 10 emiten farmasi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berbagai inovasi dan ekspansi bisnis terus dilakukan oleh perusahaan ini sebagai respons terhadap permintaan pasar yang terus meningkat.
Dalam sebuah diskusi Instagram Live bersama PT Sucor Sekuritas (Sucor), PYFA menjelaskan tentang ekosistem bisnisnya. Mulai dari layanan Research & Development Center, manufaktur obat dalam berbagai bentuk, layanan contract development and manufacturing organization (CDMO), hingga distribusi produk farmasi dan alat kesehatan. Semua langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk terus berkembang dan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah.





