Eks prajurit Korps Marinir, Satria Artha Kumbara, telah meninggalkan Marinir karena masalah keuangan yang berat, termasuk utang sebesar Rp750 juta. Komandan Korps Marinir, Mayjen (Mar) Endi Supardi, menjelaskan bahwa Satria terjebak dalam pinjaman online dan judi online sebagai upaya menutupi utangnya. Akibatnya, Satria tidak hanya mangkir dari tugasnya sebagai prajurit, tetapi juga dipecat sebagai prajurit Marinir pada tahun 2023.
Meskipun Satria dikabarkan telah menandatangani kontrak dengan tentara Rusia, Marinir tidak lagi bertanggung jawab atasnya karena statusnya telah beralih menjadi sipil. Masa hukuman pidana satu tahun bagi Satria akan berlaku selama 11 tahun ke depan, jika ia kembali ke Indonesia. Satria sendiri mengklaim bahwa keputusannya menjadi tentara bayaran di Rusia bukanlah untuk mengkhianati negara, melainkan untuk mencari nafkah. Ia meminta bantuan dari Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono untuk mengakhiri kontraknya dengan militer Rusia dan mengembalikan status kewarganegaraan Indonesia.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Satria memohon agar kontraknya dengan militer Rusia dapat diakhiri demi mengembalikan hak kewarganegaraannya. Meskipun telah didepak dari Marinir, Satria tetap berharap untuk mendapatkan kembali status sebagai warga negara Indonesia.upakan halyangenting bagi Satria.





