Nokia, vendor teknologi global asal Finlandia, sedang mencari mitra baru untuk lini bisnis ponselnya setelah kolaborasi dengan HMD Global berakhir pada Maret 2026. Meskipun belum ada mitra baru yang dipastikan, Nokia sedang aktif mencari kemungkinan kolaborasi baru. Perusahaan Finlandia ini masih menghasilkan pendapatan yang cukup signifikan dari lisensi merek ponselnya selama beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, HMD Global juga fokus untuk memenuhi kewajiban kepada pelanggan Nokia yang sudah membeli produk mereka. Di tengah kondisi pasar global yang tidak menentu, HMD Global telah memutuskan untuk mengurangi operasinya di Amerika Serikat. Ini memperkuat spekulasi bahwa ponsel Nokia mungkin tidak sepopuler di masa lalu.
Sejak era teknologi 3G, 4G/LTE, hingga 5G, ponsel Nokia kurang bersinar dibandingkan dengan pesaingnya seperti Samsung dan iPhone. Meskipun Nokia pernah menjadi ponsel paling ikonis dan berkualitas di era 2G, namun saat ini pasar dibagi oleh merek ponsel dari Korea, Amerika, dan China. Meski begitu, kenangan akan ketenaran Nokia di masa lalu tetap menggelora di hati banyak orang, terutama di Indonesia. Meskipun Nokia sudah tidak memproduksi ponsel, namun warisan merek Nokia masih terus dibawa oleh HMD Global dan akan berakhir pada 2026.





