Sebanyak 100 kelompok bantuan dan hak asasi manusia mendesak Israel agar segera membuka akses untuk distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza. Seruan ini semakin menguat seiring meluasnya warga kelaparan di Gaza. Kelompok-kelompok bantuan ini juga menuntut agar Israel segera melakukan gencatan senjata dan pencabutan semua pembatasan aliran bantuan kemanusiaan. Dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh 111 organisasi, termasuk Mercy Corps, Norwegian Refugee Council, dan Refugees International, kelompok-kelompok tersebut memperingatkan bahwa kelaparan massal sedang menyebar di seluruh wilayah Gaza. Bahkan, berton-ton makanan, air bersih, pasokan medis, dan barang-barang lainnya terbengkalai di luar Gaza karena organisasi kemanusiaan diblokir untuk mengakses atau mengirimkannya. Organisasi-organisasi tersebut menyerukan agar pemerintah menuntut pencabutan semua pembatasan birokrasi dan administratif, pembukaan semua penyeberangan darat, jaminan akses bagi semua orang di Gaza, hingga penolakan distribusi yang dikendalikan militer. Israel, yang mengendalikan semua pasokan yang masuk ke Gaza, membantah bertanggung jawab atas kekurangan makanan di Gaza. Lebih dari 800 orang tewas saat berusaha mendapatkan makanan dan para pejabat Palestina mengatakan puluhan orang kini meninggal karena kelaparan. Stok pangan Gaza telah habis sejak Israel memutus semua pasokan ke wilayah tersebut pada bulan Maret. Pasukan Israel telah menewaskan hampir 60.000 warga Palestina dalam serangan udara, penembakan, dan penembakan sejak melancarkan serangan mereka di Gaza atas serangan kelompok Hamas.
Kelaparan Gaza: Kelompok Bantuan Desak Israel Buka Akses Distribusi Kemanusiaan





