Profil Hamdan ATT: Maestro Dangdut Indonesia (1942-2019)

by -118 Views

Pada tanggal 1 Juli 2025, dunia hiburan Tanah Air berduka atas kepergian seorang legenda musik dangdut, Hamdan Attamimi atau dikenal sebagai Hamdan ATT. Penyanyi yang berusia 76 tahun ini meninggal dunia, meninggalkan jejak panjang dalam industri musik Indonesia. Adalah Haikal Attamami, salah satu putra Hamdan ATT, yang memberikan kabar duka melalui unggahan Instagram Story. Dilahirkan di Aru, Maluku pada 27 Januari 1949, Hamdan ATT memiliki latar belakang Arab-Ambon yang mempengaruhi musikalitasnya dalam genre dangdut.

Karier Hamdan ATT mulai beranjak saat mendirikan grup musik Quinta Bayangan pada tahun 1964, kemudian bergabung dengan band Nada Buana yang tampil di layar TVRI pada 1968. Setelah menyelesaikan pendidikan tingginya pada 1975, ia memutuskan fokus di jalur musik dangdut yang membawa namanya meroket ke puncak popularitas. Lagu “Termiskin di Dunia” menjadi poin penting dalam karier Hamdan ATT, membuatnya dikenal luas hingga saat ini.

Uniknya, berkat perpaduan unsur musik Arab dan Ambon, gaya bermusik Hamdan ATT memiliki identitas yang kuat dalam industri musik. Ia juga menerima penghargaan Lifetime Achievement di Indonesian Dangdut Awards 2021 sebagai apresiasi atas dedikasinya pada musik dangdut. Selama hidupnya, Hamdan ATT tidak hanya aktif di panggung namun juga terlibat sebagai pelatih vokal di ajang pencarian bakat dangdut di televisi, menjadikannya sosok yang tidak hanya berkontribusi sebagai penyanyi tetapi juga sebagai pendidik musik.

Meskipun melawan berbagai penyakit termasuk dua serangan stroke, operasi pemasangan selang, infeksi paru-paru, dan penurunan fungsi ginjal, semangat dan semangatnya tidak pernah pudar. Karya-karyanya tetap dikenang sebagai warisan musik bagi generasi masa kini dan mendatang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, namun nama dan karyanya akan selalu hidup dalam setiap lantunan musik dangdut Indonesia. Selamat jalan legenda, Hamdan ATT.

Source link