Penguatan postur pertahanan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui program Optimum Essential Force (OEF) ditargetkan mencapai 100 persen pada tahun 2029. Program OEF ini merupakan kelanjutan dari program Minimum Essential Force (MEF) yang sebelumnya telah dilaksanakan. Dalam rapat yang diadakan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jakarta, target OEF ini dibahas dengan tujuan untuk menjaga kedaulatan negara dan memperkuat stabilitas keamanan.
Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo menjelaskan bahwa pembangunan postur pertahanan melalui OEF bertujuan untuk meningkatkan kemampuan multi-domain dalam melindungi kedaulatan, keselamatan bangsa, dan kepentingan nasional. Selain itu, program ini juga akan fokus pada penguatan keamanan teknologi informasi telekomunikasi dan kapabilitas pertahanan siber, serta peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan prajurit.
Pembangunan postur pertahanan dengan konsep Optimum Essential Force menetapkan target sebesar 30,3 persen pada tahun 2025 dan mencapai 100 persen pada akhir tahun 2029. Hal ini menjadi prioritas bagi Kementerian Pertahanan dan TNI, yang telah menggagas program Minimum Essential Force sejak tahun 2007. Meskipun program MEF telah berlangsung selama beberapa tahun, capaiannya baru mencapai sekitar 65 persen hingga awal tahun 2024. Rapat pembahasan OEF akan terus dilakukan untuk memastikan sinkronisasi antara Sistem Perencanaan Pertahanan dengan postur pertahanan, OEF, dan Strategi Trisula Perisai Nusantara.





