Baru-baru ini, aksi protes sejumlah orangtua calon siswa TNI Angkatan Darat (AD) viral di media sosial karena anak-anak mereka dinyatakan tidak lulus seleksi. Mereka merasa kecewa dengan dua kali pengumuman yang bertentangan, dimana pada pukul 17.00 WIB anak-anak mereka dinyatakan lulus, namun pada jam 04.00 dinyatakan tidak lulus. Namun, Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen dilakukan secara transparan dan objektif, tanpa ada pungutan biaya apapun. Joao menegaskan bahwa pengumuman hasil seleksi dilakukan hanya sekali saja, di lapangan Makorem, sebelum keberangkatan para peserta. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa mekanisme rekrutmen prajurit TNI AD telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku dengan jumlah total sebanyak 10.707 orang yang mendaftar. Saat ini, 273 orang terpilih untuk mengikuti seleksi di tingkat Subpanpus di Bali. Selanjutnya, para calon prajurit tersebut akan menjalani seleksi lagi bersama rekan-rekannya baik dari Bali maupun dari NTB. Artinya, seluruh proses seleksi diawasi dan dilakukan dengan profesional demi mencetak prajurit yang berkualitas untuk TNI AD.
Rekruitmen TNI AD di NTT: Fakta dan Penjelasan





