Kenapa IPO Jumbo Masih Sepi di Tengah Karpet Merah BUMN hingga Konglomerat?

by -151 Views

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengonfirmasi bahwa ada tiga calon emiten dalam pipeline yang masuk kategori IPO lighthouse hingga 20 Juni 2025, termasuk PT Cipta Dana Investasi Asia (CDIA). Hal ini disampaikan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam responsnya terhadap perkembangan IPO unggulan tahun ini.

Sampai dengan tanggal 20 Juni 2025, terdapat tiga Calon Perusahaan Tercatat dalam pipeline BEI, termasuk CDIA yang berpotensi melakukan pencatatan saham dengan kategori IPO lighthouse, dengan rencana untuk listing pada tahun 2025, kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna kepada wartawan.

BEI menargetkan lima IPO lighthouse tahun ini, memberikan kesempatan bagi dua peluang yang tersisa. Dari tiga calon yang sudah terdaftar, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), BEI optimis bahwa dua kandidat lainnya akan segera menyusul.

Menyikapi tantangan dari sektor BUMN, BEI kini mengalihkan fokusnya untuk menarik minat dari konglomerat dan BUMD. Langkah konkret yang diambil adalah menyusun kajian strategis lintas sektor untuk mengevaluasi potensi dan hambatan IPO skala besar.

BEI saat ini sedang menyusun kajian strategis tentang IPO yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai narasumber. Kajian ini mencakup grup usaha besar, perusahaan potensial IPO, investor institusi dan ritel, serta lembaga pemerintah. Dengan pendekatan kolaboratif ini, BEI berharap minat perusahaan besar untuk IPO dapat meningkat secara signifikan melalui rekomendasi regulasi dan penguatan infrastruktur pasar modal yang responsif.

Source link