Konflik antara Israel dan Iran semakin memanas dengan saling serang melalui serangan udara. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengusulkan bahwa satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik adalah dengan membunuh pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan kontroversial Netanyahu ini disampaikan dalam sebuah wawancara terkait penolakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap rencana Israel untuk membunuh Khamenei karena khawatir akan eskalasi konflik.
Serangan Israel terhadap beberapa kota di Iran telah menimbulkan kerusakan yang signifikan, termasuk kompleks perumahan, gedung pemerintah, fasilitas pertahanan, infrastruktur ekonomi, dan fasilitas nuklir. Dampak serangan ini juga merenggut nyawa beberapa komandan militer, ilmuwan, perempuan, dan anak-anak Iran. Netanyahu membela tindakan Israel dengan alasan mencegah perang nuklir, sementara Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Iran hanya membela diri seiring dengan proses negosiasi nuklir yang sedang berlangsung.
Iran menegaskan bahwa negosiasi nuklir tidak dapat dilanjutkan setelah serangan Israel, dan menyalahkan Israel atas pelanggaran hukum internasional. Boroujerdi juga menegaskan hak Iran untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB. Konflik antara Israel dan Iran menjadi semakin kompleks dengan tantangan diplomasi dan keamanan yang semakin memanas.





