Indo Defence 2024 Expo & Forum adalah acara pameran persenjataan yang menampilkan berbagai teknologi canggih baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah Pesawat terbang tanpa awak (PTTA) Elang Hitam buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang dipamerkan saat pembukaan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Proyek pembuatan PTTA ini dimulai oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan tujuan untuk meningkatkan pengawasan di wilayah Indonesia. Kerjasama konsorsium nasional melibatkan berbagai institusi seperti Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT. Len Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara (Dislitbangau).
PTDI berperan sebagai lead integrator dalam proyek ini dengan membuat struktur pesawat dan mengintegrasikan semua sistem PTTA dengan panjang 8,3 meter dan rentang sayap 16 meter. PTTA ini dirancang untuk terbang di ketinggian menengah dan lama, diperkenalkan di hanggar PTDI pada tahun 2019. Dengan kapasitas muatan hingga 300 kilogram, berat lepas landas maksimum 1.300 kilogram, dan menggunakan mesin turbocharged Rotax 915 iS 104 kW (139 hp), PTTA ini dapat terbang hingga ketinggian 9.000 meter dengan durasi penerbangan 24 hingga 30 jam. Keistimewaan lain dari PTTA Elang Hitam adalah kemampuannya untuk disesuaikan dengan operasi maritim.
Indo Defence 2024 Expo & Forum yang memasuki iterasi ke-10 dengan tema “Defence Partnerships for Global Peace & Stability” diikuti oleh 1.180 peserta dari 55 negara dan dibuka untuk umum pada hari terakhir acara. Selain mempromosikan kerja sama pertahanan dengan pihak asing, pameran ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sipil terhadap pertahanan.





