Pada Jumat (13/6), Iran menembakkan rudal ke berbagai wilayah di Israel sebagai respons atas serangan yang dilakukan oleh Tel Aviv terhadap fasilitas pengayaan nuklir dan beberapa komandan militer penting. Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) segera merespons dengan mengeluarkan peringatan serangan udara di seluruh Israel, termasuk Tel Aviv, dan memerintahkan masyarakat untuk berlindung.
IDF menegaskan bahwa mereka tidak akan membiarkan Iran menyerang warga sipil Israel. Iran dilaporkan telah meluncurkan sekitar 100 rudal, namun sebagian besar di antaranya berhasil dicegat atau gagal mencapai target di Israel. Amerika Serikat (AS) diduga turut membantu dalam menembak jatuh rudal-rudal Iran menggunakan sistem anti-rudal di darat.
Meski AS telah memiliki pasukan yang tersebar di Timur Tengah, termasuk Suriah dan Irak, tidak dijelaskan secara rinci dari mana AS melakukan intervensi terhadap rudal-rudal Iran yang menuju Israel. AS juga mengerahkan pertahanan udara dan pesawat tempur untuk membantu menghadapi ancaman rudal tersebut. Kolaborasi antara Iran, Israel, dan AS dalam konflik bersenjata ini menciptakan ketegangan di wilayah tersebut pada akhir pekan lalu.





