Pada hari Jumat, situasi di Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Wall Street mengalami penurunan tajam akibat serangan udara Israel terhadap Iran. Meskipun demikian, saham-saham di sektor energi mampu bertahan di tengah ketidakpastian pasar. Indeks acuan seperti Dow Jones Industrial Average (DJIA), S&P 500, dan Nasdaq Composite turun signifikan, mencerminkan aksi jual yang meluas dan mempengaruhi kinerja minggu ini. Saham-saham unggulan seperti Nvidia juga terkena dampak penurunan karena investor berkurangnya risiko.
Yang menarik, sektor minyak justru bergerak secara positif di tengah penurunan sentimen global. Saham-saham perusahaan seperti Exxon, Lockheed Martin, dan RTX mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, situasi memburuk ketika Israel melancarkan serangan balasan terhadap Iran, memperparah keadaan pasar saham. Pasukan Pertahanan Israel melaporkan Iran meluncurkan rudal ke wilayah mereka, menambah ketegangan geopolitik yang mempengaruhi stabilitas pasar finansial.
Di sisi lain, pemerintah Iran menolak untuk berpartisipasi dalam negosiasi nuklir dengan AS, menandakan ketegangan antara kedua negara belum mereda. Penurunan pasar saham juga terjadi karena reaksi investor terhadap situasi konflik yang semakin kompleks antara dua negara tersebut. Keadaan ini menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pasar saham global, sehingga perhatian pelaku pasar akan tetap terfokus pada perkembangan selanjutnya.





