Penjelasan Tentang Kamboja Meminta Militer Siaga & Drama Thailand

by -190 Views

Pada tanggal 13 Juni 2025, Kamboja menetapkan status “siaga penuh” bagi pasukannya dan melarang tayangan drama Thailand di televisi. Langkah ini merupakan respons terbaru dari konflik perbatasan yang terus berlanjut antara Kamboja dan Thailand. Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengumumkan bahwa koneksi internet dari Thailand telah diputus dan pengiriman program TV Thailand dihentikan sebagai upaya meredakan ketegangan setelah insiden mematikan bulan lalu di area perbatasan yang disebut Segitiga Zamrud.

Sementara itu, mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, menyerukan agar impor barang dari Thailand dihentikan jika negara tetangga tersebut tidak mencabut pembatasan di pos pemeriksaan perbatasan. Hun Sen juga meminta seluruh angkatan bersenjata untuk tetap waspada dan siap menghadapi segala agresi yang mungkin terjadi. Kamboja juga menutup penyeberangan perbatasan Daung-Ban Laem tanpa batas waktu demi keamanan masyarakat.

Pertemuan antara pejabat Kamboja dan Thailand dijadwalkan berlangsung di Phnom Penh pada hari Sabtu untuk membahas konflik perbatasan yang berakar dari pandangan garis perbatasan yang berbeda di masa kolonial Prancis. Konflik ini telah menyebabkan kekerasan sporadis dengan sedikitnya 28 kematian sejak tahun 2008. Kamboja berencana untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional terkait empat wilayah perbatasan yang disengketakan, termasuk lokasi terakhir terjadinya bentrokan. Pada akhirnya, kedua negara sepakat untuk menempatkan kembali tentara mereka di lokasi bentrokan terakhir untuk menghindari konfrontasi.

Source link