Gencatan Senjata Israel-Trump: Apa yang Harus Diketahui?

by -164 Views

Konflik di Gaza, Palestina masih terus berlangsung dengan beberapa perkembangan terbaru yang patut dicatat. Pemerintahan Amerika Serikat (AS), Gedung Putih, telah menyampaikan bahwa Israel telah menerima usulan Presiden Donald Trump untuk gencatan senjata di Gaza. Meski begitu, diskusi masih terus dilakukan dengan Hamas. Hamas sendiri sedang memeriksa usulan tersebut yang dikirim oleh utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff. Israel telah menandatangani usulan tersebut sebelum mengirimkannya ke Hamas. Meskipun begitu, belum ada tanggapan langsung dari Hamas terkait hal ini. Di sisi lain, media Arab Saudi dan Israel melaporkan bahwa kedua negara telah setuju untuk gencatan senjata selama 60 hari, yang nantinya akan diumumkan oleh Trump.

Sementara itu, respons terbaru dari Hamas menunjukkan bahwa proposal baru tersebut masih dinilai akan terus membawa dampak buruk dan tidak akan menghentikan perang di Gaza. Namun, Hamas masih akan menjawab proposal tersebut dengan tanggung jawab nasional penuh. Di sisi lain, tentara Israel melaporkan telah mencegat rudal yang diluncurkan dari Yaman, sementara Huthi Yaman sendiri mengklaim mereka telah meluncurkan rudal tersebut ke Israel.

Selain itu, aktivis lingkungan Greta Thunberg bersama dengan kelompok aktivis lainnya akan berlayar menuju Gaza dengan kapal kemanusiaan sebagai bentuk protes terhadap perang Israel di wilayah tersebut. Perjalanan tersebut diselenggarakan oleh Freedom Flotilla, yang menentang blokade bantuan kemanusiaan untuk Gaza. Israel telah mencabut blokade tersebut baru-baru ini. Rima Hassan, seorang anggota Parlemen Eropa yang turut serta dalam perjalanan tersebut, menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap genosida yang terjadi di Gaza dan meningkatkan kesadaran internasional. Sebelumnya, Thunberg telah berencana untuk melakukan perjalanan ke Gaza namun terhalang karena kapal yang rusak di tengah jalan, diduga akibat serangan pesawat nirawak Israel.

Source link