Korps Marinir mengadakan uji penembakan senjata berat jenis roket MLRS tipe 90-B Norinco dan meriam twin gun Norico di Cibenda, Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa (27/5). Roket MLRS kaliber 122 mm dari Resimen Artileri (Menart) Marinir 1 didesain untuk sistem dukungan tembakan penghancuran berbagai target melalui serangan bersamaan dengan 40 peluncur. Sementara meriam twin gun dengan kaliber 35 mm digunakan sebagai senjata artileri pertahanan udara untuk menangkis serangan udara dari musuh. Uji penembakan ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan prajurit Korps Marinir dalam mendukung operasi bantuan tembakan. Wakil Komandan Pasmar 1 Kolonel (Mar) A.A Gede Agung Jayaputra menyatakan bahwa uji penembakan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi spesifikasi, jarak tempuh, dan daya gempur roket MLRS 122 mm 90-B Norinco dan senjata meriam artileri pertahanan udara 35 mm twin gun Norinco dalam situasi peperangan modern. Uji penembakan ini menyaksikan Asisten Logistik (Aslog) KSAL Laksamana Muda Eko Sunarjanto, Wakil Komandan Korps Marinir Brigadir Jenderal (Mar) Muhammad Nadir, dan Komandan Pasmar I Brigadir Jenderal (Mar) Umar Farouq.
Roket dan Meriam Marinir Hancurkan Sasaran di Sukabumi – Indonesia Defense





